Sayap

Kataku :
Kalau kau mengepakkan sayap
Terbang meninggalkan pulau
Apakah kau tahu
Ada yang berhati galau
Dan pulau ini
Akan terasa lebih sunyi
 
Katamu:
Terbangpun tak sekehendak hati
Kelak saksikan pulau ini tak pernah sunyi
Karena kan tiba masa
Kala putra – putri pulau
Kan kembali tuk mengabdi
 
Pangkalpinang, 24 Desember 2003

Shalat Maghrib di Tua Tunu

Inilah sholat magrib yang nyaman di Tua Tunu
Disebuah mesjid tua yang tak dimakan api
Meski Belanda telah membakar seluruh kampung
 
Inilah shalat magrib yang nyaman di Tua Tunu
Disebuah masjid tua yang sederhana  
Ada tujuh saf jemaahnya
Semua berzikir kepada Mu
Mereka rakyat kecil biasa
Mendiami Desa Tua Tunu
Hingga tiga orang pegawai negeri
Ratusan [...]

Di Bawah Langit Pangkal Pinang

Untuk Z.K.
 
1
 
Dibawah langit Pangkalpinang
Disuatu subuh yang tenang
Aku menyaksikan embun bergayutan
Disetiap daun, disetiap cabang
Pada ribuan pepohonan
Embun bergayutan
 
Siapa yang memanjakanmu, tanyaku
Tiada terdengar jawaban
Hanyya embun bergayutan
Disetiap daun di setiap cabang
Pada ribuan pepohonan
Embun bergayutan
Siapa yang memanjakanmu, tanyaku
Tiada terdengar jawaban
Hanya terdengar perlahan
Semacam gumam
Semakin [...]

Sungai Liat

Konon ketika Pangeran Tumanggung Dita tiba
Pada jejak kaki yang pertama
Dia melihat tanah ditempat itu
Liat
Lalu jejak itu
Orang menyebut daerah itu
Sungailiat

Perjalanan

Setiap kutempuh perjalanan  itu
Antara Pangkalpinang, Sungailiat ke Belinyu
Ku ingat pesanmu
Pandanglah alam sekitar
Dan nikmati  sesuatu  yang segar
Riap dedaunan yang hijau
 
 Memang kulihat alam sekitar
Cuaca dan angin bergetar
Serta ku pandang dedaunan hijau
Tapi yang tampak
Dilembar dedaunan itu
Wajah Depati Amir yang berdebu
Namun tersenyum padaku
Bagai mengucap salam
Kepada seorang [...]