Posted on Juni 15, 2008 by lkara
Semua keluh kukirim kepadamu
Semua risau kubenam kelaut mu
Rasa kesal dan benci kusampaikan kepadamu
Rasa kawatir dan takut kuceritakan padamu
O, laut Sigli
Semua derita ku tumpahkan kepadamu
Semua rindu kunyanyikan untukmu
Rasa sunyi dan nyeri kukirim padamu
Rasa takluk dan menyerah rubuh kepangkuanmu
O, laut Sigli
Izinkan aku memanggilmu
Ibu
Sigli, 21 Juli 1986
DIarsipkan di bawah: Dalam Mawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 15, 2008 by lkara
BANDA ACEH
Yang masih ku ingat tentang dirimu
Adalah pahatan sejarah di batu
Dalam goresan bisu
Yang kuraba dengan rindu
Ujung Bate, 8 Agustus 1986
DIarsipkan di bawah: Dalam Mawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 15, 2008 by lkara
WANITA DARI LAMPADANG
Ada seorang wanita dari Lampadang
Rumah dan kampungnya dibakar
Lalu ia menyingkir ke hutan rimba
Ketika remaja
Ia bukan gadis manja
Ringan tangannya
Bergunjing ia tak suka
Tak sombong ia
Tekun belajar agama
Langit bersih
Udara nyaman
Ketika itu
Tiba-tiba pasukan Belanda
Menyulut nyala
Membakar Mesjid Baiturrahman
Api marak tak tertahan
Wanita dari Lampadang itu
Keluar rumah buru-buru
Matanya merah
Menatap kobar api
Lalu menjerit
Wahai rakyat Aceh yang beriman
Lihat sendiri
Rumah suci
Mereka bakar dengan [...]
DIarsipkan di bawah: Dalam Mawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 15, 2008 by lkara
Memperoleh Anugerah Seni 2007
Sebuah ruang nampak berseri ketika para seniman diterima makan malam di rumah dinas Wakil Gubernur NAD, Muhammad Nazar. Ini terjadi tgl 15 Agustus 2007. Acara dilanjutkan dengan pengumuman para penerima anugerah seni 2007. Salah seorang dari puluhan seniman yang memperoleh hadiah itu disebutlah Mahlil Lewa seorang seniman didong dari Kabupaten Bener Meriah. [...]
DIarsipkan di bawah: Essay | Leave a Comment »