Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Daunan menghijau
Di ujungnya matahari bertengger
Tarian kemilau
Kuncup-kuncup bermekahan
Lalu pagi
Tiba-tiba jadi wangi
Dibawah kali mengalir
Tertegun-tegun
Batu-batu ah
Mana hiraukan rintihnya
DIarsipkan di bawah: An gin Laut Tawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Di lereng-lereng gunung menujumu
Di atas bus yang menderu
Detak hati kian keras
Kuatir nasibmu
Sore itu
Parasmu diusap senja
Alangkah tenang
Salam sederhana kau ulurkan padaku
Tanpa iringan gelombang
Ataupun pikatan kecipak riak
Pertanda bulan akan mengambang
DIarsipkan di bawah: An gin Laut Tawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Malam itu
Kugigit sisa benang penjahit bajumu kandaku
Ku gigit dengan gigiku runcing
Kudengar merdunya genderang perang
Menyerumu kembali
Dari istirahat hanya sebentar
Untuk tampil lagi ke medan
DIarsipkan di bawah: An gin Laut Tawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Sekian tahun pergi
Kini kembali
Berjuntai dalam airmu segar
Kusaksikan keluasanmu
Kian membiru
Kian terbuka
Namun memendam
Resia paling dalam
DIarsipkan di bawah: An gin Laut Tawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Pada mulanya seberkas sinar
Menghinggapkan gerlap di Burni Telong
Lalu gelap dan kabut menyingkir Biar perjalanan jauh masih
Dan badan terkulai lungai
Namun hasrat jati di hati
Tetap marak pada tujuan
DIarsipkan di bawah: An gin Laut Tawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Biar perjalanan jauh masih
Dan badan terkulai lungai
Namun hasrat jati di hati
Tetap marak pada tujuan
Kemboja di dalam taman
Menaungi jasad kejang dan dingin
Tergeletak diam pada lahirnya
Pada batinnya meneruskan perjalanan
Sungguh teramat jauh ujung
Oleh ramai onak di pangkal jalan
Tapi relai sakit dan senang
Di jalanan Ia tentukan
Langkah barulah berarti dilangkahkan
Dengan setia yang marak kepada-Mu, Tuhan
DIarsipkan di bawah: An gin Laut Tawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Pengembara udara danau
Bisikkan daku resiamu mengatur ombak
Hingga perahu berlayar atas desahmu
Ikan berenangan di bawah lenganmu
Pengembara udara danau
Kisahkan daku peri perkasa tebing-tebing curam
Batu-batu bergantungan sunyi
Cemara menyanyi
Di tepian yang sabar menanti
Sahabat
Kuakkan kabut
Lepas caya sepenuhnya
Menimpa paras pagi tersipu
Agar pondok terkejut bangun
Dan manusia bangkit buru-buru
Nanti bila warna senja bergayutan
O, pengembara gelisah
Rebahlah sekejap
Biar limpur gundah bundaku
Dalam senyap yang labuhkan [...]
DIarsipkan di bawah: An gin Laut Tawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Pengembara udara danau
Bisikkan daku resiamu mengatur ombak
Hingga perahu berlayar atas desahmu
Ikan berenangan di bawah lenganmu
Pengembara udara danau
Kisahkan daku peri perkasa tebing-tebing curam
Batu-batu bergantungan sunyi
Cemara menyanyi
Di tepian yang sabar menanti
Sahabat
Kuakkan kabut
Lepas caya sepenuhnya
Menimpa paras pagi tersipu
Agar pondok terkejut bangun
Dan manusia bangkit buru-buru
Nanti bila warna senja bergayutan
O, pengembara gelisah
Rebahlah sekejap
Biar limpur gundah bundaku
Dalam senyap yang labuhkan [...]
DIarsipkan di bawah: Tak Berkategori | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Aku barangkali
Tak memerlukan pena lagi
Untuk menulis kata
Karena kata
Telah dibawa cahaya
DIarsipkan di bawah: Dalam Mawar | Leave a Comment »
Posted on Juni 24, 2008 by lkara
Dibawah hujan bagai kapas
Siang itu
Aku mencarimu
Tetapi hanya gerimis
Yang melintas
Ada daun luruh
Membuat hening
Melengkapkan sunyi
Pencarianku
Yogya, 27 Maret 1986
DIarsipkan di bawah: Dalam Mawar | Leave a Comment »