A.G. MUTYARA adalah pengarang kreatif yang dapat dikategorikan sebagai penulis serba bisa. Karyanya berbentuk novel, esai, buku sejarah, budaya dan puisi yang telah tersebar diberbagai media massa dan sebagian besar telah diterbitkan. Namun, dia lebih dikenal sebagai novelis. Sebagai novelis, A.G. Mutyara dianggap salah seorang penulis yang produktif di Aceh. Sudah banyak karya-karya tulis lahir dari tangannya.
Tahun-tahun kreatifitas A.G. Mutyara adalah sekitar tahun 1940—1967, terbukti dengan dengan banyaknya karya yang lahir diantaranya; Sekembang Gugur (novel 1940), Mari Laila Pulang ke Desa (novel 1943), Leburnya Keraton Aceh (novel 1943), Gading Pengungsi (1947), Memperebutkan Gadis Feodal (novel 1947), Asmara Dalam Pelukan Pelangi (novel bersama A. Hasjmy dan Talsya, 1952), Tanda Mata Dari Kraton (1967), Menungan di Pelambangan (sajak, 1941), Direbut Kabut Kelam (sajak, 1979), Peristiwa Aceh (sejarah, 1946), Pancasila Tonggak Republik Indonesia (Budaya, 1946). Sajak-sajaknya dimuat dalam L.K. Ara dkk (ed.) Seulawah: Antologi Sastra Aceh Sekilas Pintas (1995).
Selain sebagai seorang sastrawan dan budayawan, A.G. Mutyara juga berkecimpung dalam dunia jurnalistik. Dia pernah dipercaya menjadi Redaktur dan Pemimpin Redaksi berbagai harian di Banda Aceh. Meninggalkan dunia persuratkabaran tahun (1950).
Pusara
Langit mendung hujan berderai
Petir memekik amat dasyatnya
Ribuan malaikat tersenyum santai
Mengantar jenazah menuju pusara
Turun jasadmu lahan perlahan
Kedalam kuburan, putra belia
Terbaring tubuh berselimut kafan
Disiram doa ayah dan bunda
Ribuan kembang tersenyum simpul
Daun yang hijau menutupi pusara
Tidur sendiri anakku sayang
Bidadari jelita turun berkumpul
Membelai tubuh muda remaja
Dalam dendang kasih dan sayang
1978
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman