Ada Doa

Akar Tua di Museum

Akar tua rapuh dan terpotong
Disimpan dalam kotak kaca
Disebuah museum tua
 
Tiba – tiba akar tua itu bergetar
Seperti ingin menjalar
Kedalam hujan renyai
Ke dalam angin membadai

Setelah Kita

 
Kutoreh puisiku
Mencantumkan nama mu
Biar perih syairku
Melukiskan deritamu
O,  negeriku
 
 
1985

Kutoreh

 
Kutoreh puisiku
Mencantumkan nama mu
Biar perih syairku
Melukiskan deritamu
O,  negeriku
 
 
1985

Doa Untuk Penari Sepi

Tuhan
Telah  Kau ciptakan
Tari sunyi
Dengan gerak beku
Musik kelu

Biarlah

Biarlah aku menulis puisi
Untuk kita
Biarlah nyanyianmu kusimpan di sana
Biarlah senyumanmu mengelopak disana

Mihrab Tua

Tubuh tua
Terpupus sudah warna-warna
Tapi kaligrafi ini
Terpatri
O mataku yang buta

Lewat Embun

Lewat embun
Lewat sunyi
Suara azan subuh itu
Menyelinap kamarku

Padamkan

 
Bagai suara ibuku
Ia berbisik
Padamkan lampu
Kunci pintu
Lalu tidurlah
Aku lelah

Medan Kotaku

Medan
Lemparkan aku kembali
Kelorong-lorong jalan kota mu
Akan kucari bekas kakiku dulu
Yang tertutup debu
Akan kucari tetes keringatku dulu
Yang menyirami bumi mu