Sambil menaiki tangga
Kurasa telapak kaki ku
Menyentuh jejekmu dulu
Yang tersimpan pualam putih itu
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Sambil menaiki tangga
Kurasa telapak kaki ku
Menyentuh jejekmu dulu
Yang tersimpan pualam putih itu
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Inilah perjalanan yang menakjubkan
Memang tak ada bulan
Namun ada nyanyian
Yang menghibur kesedihan
Sepanjang jalan pulang
Menuju Mentok dari Pangkalpinang
Pangkalpinang – mentok, 6 Januari 2003
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Kepakkan sayapmu dan terbanglah
Tembus kabut lalu berenanglah diatas awan
Aku disini dipantai Toboali
Hanya bisa melambai
Dengan mulut bergetar
Mendoakanmu
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Pagi itu kau mengirim salam
Dan menyambutku, bisikmu
Gemulai gerak tari seudati
Sepintu sedulang persembahan kami
Kehadiran tuan di pulau kami berkesan di hati
Semoga sua kita awal suatu persahabatan sejati
Pangkalpinang, 17 Desember 2003
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Kau pergi melewati rumahku
Lalu terbang ke negeri jauh
Keseberang pulau
Aku sendiri menunggu kabar
Tentang kepergianmu
Hanya cahaya berkilau
Masuk lewat pintu
Pangkalpinang, 29 Des 2003
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Malam yang larut
Mengapa tak beringsut
Siapa yang kau tunggu hingga larut
Apakah kekasih diseberang laut
Malam yang larut
Telepon pun tak berdering
Di malam hening
Apakah tanda kasih kian menyusut
Pangkalpinang, 22 Desember 2003
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Seorang murid SD menangis
Ia kehilangan sungai
Tempat ia mandi
Tempat ia mencuci
Tempat ia bermain
Adalah sungai
Beri aku sungaiku, tangisnya
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Kataku :
Kalau kau mengepakkan sayap
Terbang meninggalkan pulau
Apakah kau tahu
Ada yang berhati galau
Dan pulau ini
Akan terasa lebih sunyi
Katamu:
Terbangpun tak sekehendak hati
Kelak saksikan pulau ini tak pernah sunyi
Karena kan tiba masa
Kala putra – putri pulau
Kan kembali tuk mengabdi
Pangkalpinang, 24 Desember 2003
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Inilah sholat magrib yang nyaman di Tua Tunu
Disebuah mesjid tua yang tak dimakan api
Meski Belanda telah membakar seluruh kampung
Inilah shalat magrib yang nyaman di Tua Tunu
Disebuah masjid tua yang sederhana
Ada tujuh saf jemaahnya
Semua berzikir kepada Mu
Mereka rakyat kecil biasa
Mendiami Desa Tua Tunu
Hingga tiga orang pegawai negeri
Ratusan [...]
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »
Untuk Z.K.
1
Dibawah langit Pangkalpinang
Disuatu subuh yang tenang
Aku menyaksikan embun bergayutan
Disetiap daun, disetiap cabang
Pada ribuan pepohonan
Embun bergayutan
Siapa yang memanjakanmu, tanyaku
Tiada terdengar jawaban
Hanyya embun bergayutan
Disetiap daun di setiap cabang
Pada ribuan pepohonan
Embun bergayutan
Siapa yang memanjakanmu, tanyaku
Tiada terdengar jawaban
Hanya terdengar perlahan
Semacam gumam
Semakin [...]
DIarsipkan di bawah: Langit Senja Negeri Timah | Leave a Comment »