Posted on September 17, 2008 by lkara
AMEER HAMZAH selain sebagai penyair juga dikenal sebagai seorang politikus dan wartawan. Dia dilahirkan di Buloh Blang Ara, Aceh Utara, 25 Oktober 1960. Menulis puisi sejak MTSN dan baru dipublikasikan di media massa setelah tercatat sebagai mahasiswa. Kehidupan intelektual di kampus makin mengasah bakat kesusastraannya, sehingga dia percaya sebagai pengasuh ruang Sastra Budaya di koran kampus Ar-Raniry Pos tahun 1985—1988. Setelah itu, pada tahun 1990 oleh Kanwil Depag Propinsi Aceh dipercaya mengasuh rublik Medeuen Sastra Majalah Santun. Sekarang tercatat sebagai seorang Redaktur Serambi Indonesia membidangi sastra Aceh. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman | Leave a Comment »
Posted on September 17, 2008 by lkara
ALYACUB lahir tahun l951 di Kampung Kutekering, sebuah desa persawahan di Kecamatan Bukit. Ayahnya berasal dari Kampung Kebayakan. Ibu dari Kampung Kutekering, Simpang Tige. Orang tua bekerja sebagai nelayan di Danau Laut Tawar. Sejak kecil Aly tinggal di Asir-Asir. Pendidikan yang ditempuhnya SRI Boom. Kemudian masuk Jamiatul Wasliyah hingga kelas II di Kemili. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman | Leave a Comment »
Posted on September 17, 2008 by lkara
ALISYAH adalah salah seorang seniman dari dataran tinggi tanah Gayo, Aceh Tengah. Dalam bidang berkesenian ia mengkhususkan dirinya menjadi seniman dalam didong—seni bersyair di Tanah Gayo, Aceh Tengah. Ia dilahirkan pada tanggal l5 April l945 di Gelelungi, Aceh Tengah. Pada tahun l962 menyelesaikan SGA. Sejak tahun l961 ikut berdidong dengan grup Siner Pagi.Tugasnya sebagai pembisik. Pada tahun l962 sudah mulai ikut mencipta. Ciptaanya, Aceh Tengahni, Tun 45 di tulis tahun l971. Pada tahun l971 menjadi Kepala Desa di Gelelungi. Jadi guru bakti MIN di Gelelungi tahun l968, l969 dan l970. Berikut salah satu karya Alisyah dalam bentuk syair didong yang ditulis dengan teks bahasa Gayo ?
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman | Leave a Comment »
Posted on September 17, 2008 by lkara
A HASJMY adalah sastrawan Aceh yang termasuk salah seorang tokoh Angkatan Pujangga baru. Dia dilahirkan di Aceh Besar, pada tanggal 28 Maret 1914 dan meninggal di Banda Aceh tanggal 18 Januari 1998. A. Hasjmy adalah seorang pemeluk agama Islam yang taat. Dia memulai pendidikannya dengan sekolah agama, tamat sekolah Thawalib di Padang Panjang Sumbar tahun 1935, dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Sumatra Utara Medan tahun 1952—1953. Pernah menjadi guru Perguruan Islam di Seulimum, pemimpin umum Aceh Shimbun, kemudian Semangat Merdeka. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman | Leave a Comment »
Posted on September 17, 2008 by lkara
ABU KASIM dilahirkan di Takengon, dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, tahun 1944. Mulai berkarya dalam dunia sastra sejak usia muda. Salah satu karyanya yang sangat popular berjudul Ampung-Ampung Pulo. Karya ini diciptakan ketika ia lepas SMP di Takengon, Aceh Tengah. Saat itu, ia akan pergi meneruskan sekolah ke Banda Aceh melanjutkan ke SMA. Perpisahan dengan sahabat dan tanah kelahiran menumbuhkan inspirasi Abu Kasim dengan menciptakan baris-baris puisi yang melankolis. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman | Leave a Comment »
Posted on September 17, 2008 by lkara
ABDURRAUF SINGKEL, SYEIKH nama lengkapnya adalah Syekh Abdurrauf Ali Al Fansury Al Singkily Al Jawi. Beliau adalah penyair, budayawan, ulama besar, pengarang tafsir, ahli hukum, cendikiawan muslim dan seorang Sufi yang sangat terkenal di Nusantara yang lahir pada tahun 1615 atau 1620 di Singkel, sebuah kabupaten di Aceh Selatan. Dia berasal dari kalangan keluarga muslim yang taat beribadah. Ayahnya berasal dari Arab bernama Syeikh Ali dan ibunya seorang wanita berasal dari desa Fansur Barus—sebuah pelabuhan (bandar) yang sangat terkenal waktu itu. Dimasa mudanya mula-mula Abdurrauf belajar pada Dayah Simpang Kanan di pedalaman Singkel yang dipimpin Syeikh Ali Al-Fansuri ayahnya sendiri. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman | Leave a Comment »
Posted on September 17, 2008 by lkara
ABDUL KADIR dikenal sebagai penyair dengan nama To’et. Nama To’et melekat padanya karena sebuah syair yang didendangkannya berjudul “Ret Ret Tum”. Dia adalah seorang penyair yang gigih dalam mempertahankan seni Tradisional Gayo: “Didong”—seni berdendang mendengarkan syair-syair tentang alam sekitar.
Alam Gayo yang indah bagaikan sebuah puisi telah membentuk jiwa seni To’et sejak kecil. Suaranya yang merdu serta penampilannya yang khas terutama pada gerak bahu, membuat To,et terkenal sejak usia muda dengan gelar “ceh kucak” (ceh kecil). Dalam perkembangan karirnya sebagai seniman didong, To’et bersama teman-temannya mendirikan grup seni didong dengan nama “Siner Pagi”, di desa Gelelungi. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman | Leave a Comment »
Posted on September 16, 2008 by lkara
DIarsipkan di bawah: 1, Biografi | Leave a Comment »
Posted on Agustus 29, 2008 by lkara
ABBAS KUTA KARANG, SYEIKH adalah seorang ulama yang intelektual karena banyak menguasai berbagai disiplin ilmu diantaranya ahli pengobatan, ahli ilmu perbintangan, dan ahli tata Negara. Karena pengetahuan beliau yang luas maka Sultan Alaiddin Ibrahim Mansyur Syah (1857-1870 M) mengangkat beliau menjadi Qadhi Malikul Adil di Kerajaan Aceh. Karya-karya beliau sangat beragam diberbagai disiplin ilmu, antara lain Kitabur Rahmah yang merupakan kitab terjemahan dari bahasa Arab membahas tentang kedokteran serta obat-obatan, ajarannya ini menjadi pedoman sampai sekarang oleh ahli-ahli pengobatan di Aceh.
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman | Leave a Comment »
Posted on Agustus 29, 2008 by lkara
ABBAS IBN MUHAMMAD AL-SYAFA’I AL-KHALWALATI AL-ASYI adalah seorang pengarang dalam bentuk prosa dari Aceh pada abad ke-19, dikenal juga dengan nama Teungku Kuta Karang. Karya-karya beliau pada umumnya merupakan karya terjemahan dari bahasa Arab. Adapun karya-karya yang dihasilkan oleh beliau adalah sebagai berikut Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Biografi Seniman | Leave a Comment »