Di Sebuah Istana Tua

Sambil menaiki tangga

Kurasa telapak kaki ku

Menyentuh jejekmu dulu

Yang tersimpan pualam putih itu

 

Ketika berdiri di pintu

Tanganku yang terulur

Terasa dingin

Dingin

Menyentuh jemarimu

Yang disimpan waktu

 

Memasuki ruang balairung

Ragaku, ragaku yang rindu

Mendekap tubuhmu

O…. sosok sejarah yang pilu

 

Medan, Februari 1986

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: