Di Tangse

Siapa yang masih mendengar suara

Yang bangkit dari rumput

Siapa yang masih mendengar suara

Yang mengalir dari air

Siapa yang masih mendengar suara

Yang menjerit dari tanah

Dari daun

Dari pohon

Dari duri

Dihutan Tangse ini

Suara serak parau

Suara wanita

Yang berkata

Jangan sentuh aku

Jangan

Meski aku haus

Dan kau tawarkan air minum

Jangan sentuh aku

Meski lukaku menganga

Dan kau ingin membalutnya

Jangan

Jangan sentuh kulitku

Kerena kau kafir

Musuhku

 

 

Banda Aceh, 2 Agustus 1986

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: