Genderang Perang

 Malam itu

Kugigit sisa benang penjahit bajumu kandaku

Ku gigit dengan gigiku runcing

 

Kudengar merdunya genderang perang  

Menyerumu kembali

Dari istirahat hanya sebentar

Untuk tampil lagi ke medan 

 

Malam itu

Kugigit sisa benang jaitan

Dan juga kugigit juga bibirku kecil

Penahan gairah

Melepasmu pergi

Untuk berlawan

Habis-habisan

 

Jangan sangsikan kami yang tinggal

Kami pun menunggu

Tiba saatnya pasti maju

Menuntut bela

Ke garis depan

 

Bila  ajalmu tiba kandaku sayang

Terimalah dengan tenang

Dan sebagai kenangan terakhir

Pandang serta kecup jaitan di bajumu

Dimana pernah hadir gigil tangis dan bibirku

 


Tapi bila Tuhan memberimu umur panjang

Dan kemenangan di tangan

Segeralah pulang

Kita panjatkan doa bersyukur

Dan hangatkan o, kandaku sayang anak-anak kita

Degan kisah-kisah perjuangan

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: