Ise Ise

Daunan menghijau

Di ujungnya matahari bertengger

Tarian kemilau

Kuncup-kuncup bermekahan

Lalu pagi

Tiba-tiba jadi wangi

Dibawah kali mengalir

Tertegun-tegun

Batu-batu ah

Mana hiraukan rintihnya

 

Fajar menggeraikan rambut tembaga

Dari ribuan mata

Embun mengerlingkan cerlang

Angin meyepoikan

Sari wangi kembang-kembang

Perebutan mencumbu pohonan

Akar-akar gemetaran

Getah mendidih

Pucuk-pucuk menggigil

Dalam pagi yang larut

 

Gemunung tinggi

Kukuh meyimpan resia

Sepele baginya

Sengsaraku menunaikan ziarah

Dibanting-banting jip di jalanan

Borok-boroknya memekikkan

Perbaikan-perbaikan

 

Sungaimu pilu, Iseise

Nyanyian luka

Menetes di sunyi lubuk

Isak tangismu

Duh, kian menjadi

 

Sebuah desa tinggal nama

Iseise

Sebuah gerbang kenangan

Tugu nasib ribuan rakyat

Korban bengis penjajahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: