Laut Tawarku

Di lereng-lereng gunung menujumu

Di atas bus yang menderu

Detak hati kian keras

Kuatir nasibmu

Sore itu

 

Parasmu diusap senja

Alangkah tenang

Salam sederhana kau ulurkan padaku

Tanpa iringan gelombang

Ataupun pikatan kecipak riak

Pertanda bulan akan mengambang

 

Dalam sunyi malam

Sebelum fajar

Perahu nelayan lesu

Pulang ke pangkalan

Setelah semalaman derendam dingin

Kulihat baju-baju lusuh

Dan mata diberati kantuk

 

Jalan yang meliku ke pangkuanmu

Wangi oleh kenangan lama

Kian terasa

Sentuhan riang riak-riakmu

Pada mukaku yang meminati

 

Jalan menurun ke jangtungmu

Lembut oleh siraman embun

Yang menetes teduh

Tanpa suara

Menjamah langkahku

Satu-satu

Kala kuturun ke tepian

Dengan debaran mesra di hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: