Pagi Di Burni Telong

Pada mulanya seberkas sinar

Menghinggapkan gerlap di Burni Telong

Lalu gelap dan kabut menyingkir Biar perjalanan jauh masih

Dan badan terkulai lungai

Namun hasrat jati di hati

Tetap marak pada tujuan

 

Kemboja di dalam taman

Menaungi jasad kejang dan dingin

Tergeletak diam pada lahirnya

Pada batinnya meneruskan perjalanan

Sungguh teramat jauh ujung

Oleh ramai onak di pangkal jalan

Tapi relai sakit dan senang

Di jalanan Ia tentukan

 

Langkah barulah berarti dilangkahkan

Dengan setia yang marak kepada-Mu, Tuhan

 

Pagi menyayikan  kehidupan baru

 

Pucuk dan rumput mengombak hijau

Hijau harapan di jantung hidup

Di Burni Telong  dini pagi

Ada kalahiran baru di diri

 

Jalan pagi putih dan cerah

Lewatkan siapa suka

Hati-hati menjejakkan kaki, juwita

Desahkan napas dara mulia

 

Pagi begitu bayi masih

Begitu mungil begitu kudus

Jangan nodai kebeningan asli

Dengan cereceh pangkat dan harta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: