Desa Lumut

Dihutan-hutan tua

Jip merambat-rambat

Kemudian merangkak

Masuk desa lumut

Gerbang sepi lama menanti

Pecah dideru mesin

Gadis-gadis meninggalkan pingitan

Berhamburan ke jalanan

Anak-anak menangis

Ibu-ibu menganga

Ah, benar juga cerita

Pedati besi tanpa ditarik

Dapat jalan sendiri

 

Dari jip turun tamu-tamu

Gadis-gadis berbisik menunggu

Senyumnya meringankan kaki

Melangkah ke sebuah rumah

 

Rebah matahari

Lagu pun digumamkan

Nyanyian air kali semakin nyaring

Seorang bertanya

        ibu pernah kekota

        tidak, tak ada kendaraan

        dari dulu

        ya sejak kecil

 

ibu kecik itu bersungguh

ia empat puluh tahun

yang bertanya tahu sudah

nasib negri ini

tapi tak ia katakan

saya Bupati baru

sabar bu sabar

 

di hutan-hutan lebat

jip menderu

disebuah jembatan

seorang tua mengacungkan tangan

selamat datang selamat datang

jip dihentikan

supir turun, mengangguk

dan meyalami

selamat bapak

kemudian jip menderu lagi

kaki menekan gas

kemudian jip menderu lagi

mata melekapi hutan-hutan biru

batang demi batang tonggak harapan

keyakinan bersauh di bumi kokoh

hati sang supir kian menyala

ia memekis

kubangun negeri ini

supir itu Bupati sendiri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: