Rahmat

Angin lembut

Yang menjamah ladangmu

Meyepoikan puisi

Membisikan lagu juang tanpa akhir

 

Alunan sungai

Yang membelah sawahmu

Mengapungkan puisi

Caya-caya semangat dan keyakinan teguh

 

Pada hujan renyai

Turun kebumi

Mendesah napas puisi

Dendang petani laguan kerja berkepanjangan

 

Panas mentari

Yang menyiramimu

Menaburkan puisi

Himmah dan hikmah yang kekal

 

Bersyukurlah

Bersyukurlah

Tuhan tak putus melimpahkan rahmat-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: